Labkesmas Baturaja Dorong Budaya Keselamatan Kerja

Guna meningkatkan pemahaman dan penerapan keselamatan kerja serta pengelolaan limbah yang baik di lingkungan laboratorium, Loka Labkesmas Baturaja mengadakan Sosialisasi Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Pengelolaan Limbah, serta Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Selasa (10/3) di Aula Labkesmas Baturaja. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh seluruh pegawai, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga outsourcing.

Kegiatan sosialisasi diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Loka Labkesmas Baturaja, Anif Budiyanto, SKM., M.Epid. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Labkesmas Baturaja saat ini telah meraih akreditasi paripurna dari Kementerian Kesehatan sehingga perlu diikuti dengan komitmen dan konsistensi dalam penerapan pengelolaan limbah serta keselamatan kerja.

Beliau menekankan pentingnya identifikasi instalasi yang menghasilkan limbah, termasuk pembedaan antara limbah B3 dan non-B3 serta prosedur penanganannya. Selain itu, Labkesmas Baturaja juga mulai merencanakan pengolahan limbah organik menjadi kompos sebagai bagian dari pengelolaan limbah non-B3.

“Jika kita mampu menangani limbah dengan baik, maka aspek PPI juga akan dapat ditangani dengan baik,” ujarnya. Disamping itu, Anif juga menyampaikan apresiasi kepada tim Instalasi K3, Pengolahan Limbah, dan Biorepositori atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini.

Selanjutnya, arahan disampaikan oleh Kepala Instalasi K3, Pengolahan Limbah, dan Biorepositori, Santoso, SKM., M.Sc. Beliau menjelaskan bahwa status akreditasi paripurna yang telah diraih perlu didukung dengan berbagai kegiatan yang selaras dengan standar akreditasi, salah satunya melalui sosialisasi kepada seluruh pegawai.

Santoso juga menambahkan bahwa meskipun PPI tidak termasuk dalam instalasi K3, namun memiliki keterkaitan erat dengan pengelolaan limbah serta keselamatan kerja, sehingga materi tersebut turut dimasukkan dalam agenda sosialisasi. Santoso berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh pegawai terhadap pentingnya penerapan budaya keselamatan kerja, tidak hanya di laboratorium tetapi juga di lingkungan administrasi.(df)

Adapun materi yang dipaparkan dalam kegiatan ini meliputi Identifikasi Risiko oleh Rika Amanda Safitri, SKM, Safety Culture oleh Rahayu Hasti Komaria, SKM, Pengelolaan Limbah oleh Betriyon, SKM, serta Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) oleh dr. Hilda. Dalam sesi PPI juga disampaikan simulasi penggunaan spill kit sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan dalam penanganan insiden di lingkungan kerja.

Kegiatan berlangsung dengan antusias dan dilanjutkan dengan sesi diskusi antara peserta dan narasumber hingga penutup. Melalui sosialisasi ini diharapkan seluruh pegawai Labkesmas Baturaja dapat membiasakan diri menerapkan praktik kerja yang aman, sehat, serta sesuai dengan pedoman dan peraturan yang berlaku.